Calibration Maintenance Order – Overview

Calibration Maintenance Order di SAP PM adalah jenis dokumen kerja (Maintenance Order) khusus yang digunakan untuk merencanakan, melaksanakan, dan mencatat proses kalibrasi pada alat ukur atau instrumen presisi (seperti pressure gauge, timbangan digital, sensor suhu, atau multimeter).

Proses ini mengintegrasikan fungsi dari dua modul utama SAP: SAP PM (Plant Maintenance) dan SAP QM (Quality Management).

KEY HIGHLIGHTS CALIBRATION ORDER

  1. Penggunaan Standard Order Type
  2. Secara standar dalam modul SAP PM, order type yang digunakan untuk kalibrasi adalah PM05 atau M05 (Calibration Order).
  3. Integrasi Otomatis dengan Modul QM
  4. Saat Calibration Order dirilis (Release / status REL), sistem SAP secara otomatis membentuk Inspection Lot (Origin 14 – Plant Maintenance).
  5. Pencatatan Hasil Pengukuran (Result Recording)
  6. Nilai hasil pengujian instrumen diinput ke dalam Inspection Lot di modul QM (menggunakan T-Code QA32 atau QE11) berdasarkan parameter Master Inspection Characteristics (MIC) yang disetting pada Task List.
  7. Keputusan Kelayakan (Usage Decision – UD)
  8. Setelah pencatatan angka kalibrasi selesai, Quality Inspector melakukan Usage Decision (T-Code QA11) untuk menentukan apakah alat tersebut Pass (Layak Pakai) atau Fail (Tidak Layak / Perlu Adjust).

ALUR PROSES UTAMA (END-TO-END WORKFLOW)

KOMPONEN UTAMA PENDUKUNG

  • Equipment / PRT Master Data: Alat dipasang sebagai Equipment (Category Q – Test/Inspection Equipment).
  • Task List dengan MIC: Petunjuk kerja yang memuat batas toleransi pengukuran (misal: tekanan 0-10 Bar, toleransi  0.1).
  • Internal vs External Calibration: Kalibrasi dapat dilakukan sendiri di In-House Lab atau diserahkan ke Third Party Vendor menggunakan Control Key PM03 (External Service).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *